banner 728x90

Mantan Ketua DPRD Sijunjung Tidak Mau Kembalikan Kenderaan Dinas ke Pemerintah Daerah

2.894 views

print

Sijunjung,mediacerdas__  Satu unit kenderaan dinas jabatan ketua DPRD lebih kurang empat tahun tidak dikembalikan oleh Mukhlis Rasyid (mantan Ketua DPRD setempat) kepada Pemerintah Kabupaten Sijunjung.

Dari hasil telusuran serta komfirmasi dan data yang dihimpun dari beberapa sumber oleh mediacerdas diketahui mobil atau kenderaan dinas yang tidak dikembalikan tersebut adalah sebuah mobil warna silvert merk Ford Everest BA. 1787.KC, ini adalah kenderaan dinas jabatannya selaku ketua DPRD periode (2009-2014) yang lalu, kemudian pada periode berikutnya, (2014-2019)  Mukhlis Rasyid, kembali terpilih menjadi ketua DPRD Sijunjung.

Dengan terpilihnya Mukhlis Rasyid menjadi ketua DPRD Sijunjung untuk kedua kalinya, maka pada periode kedua ini (2014-2019), Mukhlis Rasyid kembali mendapatkan kenderaan dinas merk Fortuner warna hitam, artinya mobil Ford Everest yang sebelumnya tidak dikembalikan ke pemerintah daerah setempat dan malahan mobil Fortuner yang baru juga dipakai untuk kenderaan dinas.

Dengan kata lain sudah dua mobil atau kenderaan dinas yang dipegang oleh Mukhlis R. tetapi nasib berkata lain, dalam perjalanannya menjadi ketua DPRD kabupaten Sijunjung di periode kedua (2014-2019) ini, yaitu sekitar dua tahun lebih berjalan, Mukhlis R dicopot dari jabatannya sebagai ketua DPRD Sijunjung sesuai dengan SK Gubernur Nomor :171-46-2017, tanggal 5 Januari 2017 yang lalu.

Dengan dicopotnya Mukhlis.R selaku ketua DPRD Sijunjung, dan selanjutnya sebagai pengantinya dilantik Yusnidarti.SH sebagai ketua DPRD Sijunjung sisa jabatan periode (2014-2019), maka sejak itu, Mukhlis.R tidaklah lagi sebagai Ketua atau Pimpinan DPRD Sijunjung tetapi ia adalah sebagai anggota biasa DPRD setempat.

Menariknya lagi walaupun sudah dicopot menjadi ketua DPRD Sijunjung, sepertinya Mukhlis.R, tetap bersikukuh memegang kenderaan dinas merk Ford Everest, BA.1787.KC, tanpa mau mengembalikan kenderaan dinas tersebut ke pemeritah daerah Sijunjung.

Disini banyak pihak menilai Mukhlis R, yang sejak itu sudah menjadi anggota biasa di DPRD Sijunjung, tidak taat dengan aturan yang berlaku, sebab sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 , Perbup no 55 tahun 2017 dan Perda no 9 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan Dan Anggota DPRD kabupaten Sijunjung, di Pasal 11, pada  Ayat (2) dijelaskan Selain tunjangan kesejahteraan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, Pimpinan DPRD disediakan tunjangan kesejahteraan berupa: a. rumah negara dan perlengkapannya; b. kendaraan dinas jabatan; dan c. belanja rumah tangga, kemudian  pada Ayat (3) Selain tunjangan kesejahteraan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, Anggota DPRD dapat disediakan tunjangan kesejahteraan berupa: a. rumah negara dan perlengkapannya; dan b. tunjangan transportasi.

 

Nah dari aturan tersebut, jelas-jelas disebutkan bahwa hanya pimpinanlah yang disediakan kenderaan dinas jabatan, sedangkan anggota hanya diberi tunjangan transportasi.

 

Sehubungan dengan Mukhlis Rasyid, yang sudah menjadi anggota biasa di DPRD setempat, hanya berhak menerima tunjangan transportasi dan bukan memiliki kenderaan dinas.

 

Tetapi faktanya yang terjadi sampai sekarang, mobil kenderaan dinas, merk Ford Everest BA.1787.KC masih dimiliki dan dikuasai oleh Mukhlis.R.

 

N.Riyaldi, salah seorang pratisi hukum di Sijunjung, kepada mediacerdas  Sabtu (26/1/2019) mengatakan,” Kita berharap agar Mukhlis R, membuka pintu hatinya untuk bisa mengembalikan mobil dinas tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku,”ujarnya.

 

Beda lagi yang disampaikan oleh Lis Elfianto.SE.Msi  Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Sijunjung, kepada mediacerdas, Rabu (23/1/2019),” Semenjak Mukhlis R ini dicopot menjadi ketua DPRD, dan menjadi anggota biasa, tunjangan trasportasinya tetap diambil, sementara mobil kenderaan dinas tetap juga di pakai, artinya ada tumpang tindih disini, seharusnya selaku anggota DPRD hanya diberi tunjangan transpotasi bukan mobil dinas, tetapi Mukhlis R mengambil keduanya, artinya mobil dinas juga dimilikinya , tunjangan transpotasi juga diterimanya,” ucapnya kepada mediacerdas.

 

Kemudian dikatakan,” seharusnya mobil itu dikembalikan ke Pemerintah Derah melalui Sekretariat DPRD, semenjak ia diberhentikan jadi ketua, kalau tidak mau mengembalikan mobil, uang tunjangan transportasinya jangan diambil,” ujarnya.

 

Bukan tidak ada upaya pemerintah daerah untuk mengambil mobil kenderaan dinas tersebut, seperti yang disampaikan oleh Firdaus Kepala bagian umum Sekretariat DPRD setempat kepada mediacerdas.

 

Dikatakan,” kita sering surati Mukhlis R tersebut, agar mengembalikan mobil kenderaan dinas jabatan ketua yang masih di tangannya, tetapi surat kita tersebut tidak pernah digubris,” ucapnya.

 

Sementara Mukhlis Rasyid sendiri saat dihubungi mediacerdas, mengatakan,” Mobil Ford Everest yang saya pakai tersebut memang benar mobil kenderaan dinas saya diwaktu menjabat sebagai ketua DPRD periode (2009-2014), dan mobil tersebut ada hitungan-hitungan saya dengan bupati bahwa mobil tersebut akan dilelang dan saya nanti yang akan mengambil lelangannya,” ujar Mukhlis.R, dibalik Handphone selularnya yang mengaku masih berada di Solo dalam kegiatan kunjungan kerja DPRD sijunjung. (aciak)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan