banner 728x90

Seorang Napi diduga Meninggal di Lapas Klas II B Muaro Sijunjung

3.953 views

print

Sijunjung, mediacerdas__ Salah seorang narapidana (napi) diduga meninggal di Lapas Klas II B Muaro Muaro Sijunjung, Minggu siang (3/2/2019).

Dari  imformasi yang dihimpun mediaceras, Minggu (3/2), narapidana atau warga binaan yang diduga meninggal di Lapas Klas II B Muaro Sijunjung, adalah Rholibar Fahreza (52 tahun) kelahiran Pekan Baru, Riau.

KPLP Lapas klas  II B Muaro Sijunjung, Jon Aspul.SH, saat dihubungi mediacerdas  mengatakan bahwa,” Warga binaan yang bernama Rholibar Fahreza (52 th) ini, sebelumnya memang sakit-sakitan juga, tadi ketika sakitnya kambuh dan tak sadarkan diri, kami langsung melarikannya ke Puskesmas Gambok, tetapi sesampainya di Puskesmas Gambok tersebut, Rholibar Fahreza menghembuskan nafasnya terakhirnya, kemudian setelah baru kami menghubungi pihak keluarganya,” ujar, KPLP Jon Aspul.

Begitu juga yang disampaikan Junahar, salah seorang pegawai Lapas klas II B Muaro Sijunjung, saat berada di Puskesmas Gambok tersebut,” Beberapa waktu yang lalu, warga binaan Rholibar Fahreza ini, memang sering mengeluhkan sakitnya, tadi siang ia tak sadarkan diri, kemudian langsung kita larikan ke Puskesmas Gambok,” ucap Junahar kepada mediacerdas.

Walaupun dari pihak Lapas Klas II B Muaro Sijunjung, mengatakan bahwa, Rholibar Fahreza, meninggal di Puskesmas Gambok, tetapi sangat berbeda dengan apa yang disampaikan oleh salah seorang petugas Pukesmas Gambok tersebut, yang enggan disebutkan namanya, kepada mediacerdas, ketika di tanya, ia mengatakan,” Kami tidak tahu apa penyebab meninggalnya warga binaan tersebut, sebab kondisinya sudah meninggal juga dibawa kesini, dan kemudian pihak Lapas ini meminta surat keterangan meninggal kepada kami,” ujarnya, dengan mimik ketakutan.

Mantan isteri Rholibar Fahreza yaitu Igon (40 tahun) warga Tanjung Bonai Aur, kecamatan Sumpur Kudus , ketika ditanya mediacerdas mengatakan,” kita tadi diberitahu oleh pihak Lapas Muaro Sijunjung, bahwa mantan suami saya ini sudah meninggal karena di Puskesmas Gambok, kemudian kami diminta datang menjenguk,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, Igon (40 th),” Dulu mantan suami saya ini memang pernah sakit, tapi cuman sakit kaki (asam urat), kalau sakit yang lain, saya tidak tahu,” ujarnya lagi.

Ketika adanya keterangan yang bebeda antara pihak Lapas Klas II B Muaro dengan pihak Puskesmas Gambok, maka mediacerdas menghubungi Kapolres Sijunjung, AKBP.Driharto.SIK, Minggu (3/2/2019) untuk mengkomfirmasi persoalan ini.

Kapolres AKBP.Driharto.SIK , mengatakan,” Walaupun ada pernyataan yang berbeda dari Lapas dan Puskesmas, hal akan kita telusuri dan dalami, apa sebenarnya yang membuat meninggalnya warga binaan tersebut, apakah memang karena sakit, atau karena penyebab yang lainnya, ” ujar, Kapolres, kepada mediacerdas. (aciak)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan