banner 728x90

Enam orang eks ASN Gugat Bupati Yuswir Arifin di PTUN Padang

1.892 views

print

Sijunjung,mediacerdas.co.id__  Enam orang eks ASN
(Aparatur Sipil Negara) kabupaten Sijunjung gugat Bupati Yuswir Arifin ke
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang perihal Pemberhentian dengan Tidak
Hormat (PTDH)  ASN Napikor.

           Keenam eks ASN tersebut adalah Ridwan.S.Hut, Jabiruddin, Ostim.ST, Surya Syaputra Dinata.S.Sos,M.Si, Delganef.SE dan .Abdidar.

            Pemberhentian enam orang eks ASN ini
ada kaitannya bermula dari ditanda tanganinya Surat Keputusan Bersama (SKB)
oleh Mendagri,MenPAN-RB,dan BKN, terkait pemecatan Aparatur Sipil Negara yang
berstatus koruptor, artinya SKB tersebut secara umum mengatur pemberhentian
tidak hormat para ASN yang terlibat korupsi.

             “Kemudian pemberhentian mereka dengan SK Bupati
Sijunjung tersebut juga sesuai dengan ketentuan Pasal 87 ayat (4) Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara jo Pasal 251 Peraturan
Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS. Pasal 23 ayat (5)
Undang-Undang No 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian sebagaimana telah
diubah dengan undang-undang No 43 tahun 1999 dan peraturan pemerintah No 32
tahun 1979 tentang pemberhentian Pegawai Negeri Sipil  sebagaimana telah diubah terakhir dengan
peraturan pemerintah No 19 tahun 2013,” ujar, Wita kabag hukum sekretariat
daerah pemkab Sijunjung kepada media ini.

            Seperti diketahui bahwa Ridwan.S.Hut
tersandung dalam kasus pengadaan bibit KBR di Dinas Kehutanan pada tahun 2011
yang lalu, Ridwan divonis 2 tahun penjara.

            Sedangkan Jabiruddin  (guru SD) tersandung kasus Kredit Mikro
Nagari (KMN) di Nagari Langki tahun 2013, divonis 1 tahun 6 bulan  penjara.

           Begitu juga dengan Ostim tersandung kasus pekerjaan pembangunan Tugu Simpang Pangeran Muaro Sijunjung tahun 2013 yang lalu, divonis 1 tahun penjara. 

          Selanjutnya tiga orang eks ASN di DPKD pemkab Sijunjung yang merupakan tim Asistensi dana bansos tahun 2011 yang lalu, yaitu Delganef, Surya Syaputra Dinata dan Abdidar, juga tersandung kasus tindak pidana korupsi bansos tersebut, mereka masing-masing divonis oleh Pengadilan Negeri Tipikor Padang, 1 tahun 8 bulan.

            Keenam orang eks ASN ini merasa
tidak terima diberhentikan dengan tidak hormat (PDTH) oleh Bupati Sijunjung
melalui SKnya pada tahun 2018 yang lalu, maka dengan demikian mereka menggugat
Bupati Yuswir Arifin ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) melalui kuasa
hukumnya, Zulhesni.SH, M.Hadi.SH ,Zulkifli.SH, dan Apriman.SH pada tanggal 6
Mei 2019 yang lalu.

            Disini keenam eks ASN ini menggugat
agar nama baiknya dipulihkan dan menjadi ASN kembali.

            Apriman.SH, saat dikomfirmasi media
ini usai sidang replik dan duplik, di Pengadilan Tata Usaha Negara, Padang, Selasa
(18/6/2019)  mengatakan,” Bupati
Sijunjung tersebut telah melanggar azas kecermatan, jadi dalam gugatan ini kita
meminta agar SK bupati tersebut dibatalkan serta nama baik dari keenam klien
kita agar dipulihkan kembali,”ujarnya.

            “Kita lihat saja nanti, yang jelas
pada sidang Selasa (2/7/2019) depan, kita akan tunjukan bukti-bukti serta akan
kita hadirkan saksi dalam perkara ini,” terang, Apriman lagi.

            Sidang perkara gugatan ini yang
dibagi dalam tiga kelompok, sidang pertama dengan hakim ketua Ima.SH.MH, selaku
hakim anggota Zabdi Palangan.SH dan Hari Purnomo.SH, pada sidang kedua selaku
hakim ketua Fajar Shidiq Arafah.SH.MH, serta hakim anggota Fajri Citra
Resmana.SH.MH dan Slamet Riadi.SH, kemudian yang ketiga hakim ketuanya adalah
Andi Noviandri.SH, hakim anggota Fajar Shidiq Arafah dan Rendi Yurista.SH.MH.

            Sidang pada Selasa (2/7/2019) depan dengan
agenda pembuktian dari kedua belah pihak, baik penggugat maupun tergugat.

            Dalam perkara pihak bupati Yuswir
Arifin selaku kepala daerah Sijunjung, memberikan kuasa hukum kepada Jaksa
Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri Sijunjung  yaitu Fengki Andrias.SH. Dimas Aditya.SH dan
Febri Harianto.SH.    (aciak)
 

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan