banner 728x90

Depan Kepala BNPB-RI Wakapolda Sumbar Akan Menindaklanjuti Penyebab Keruhnya Sungai Kuantan

765 views

print

Sijunjung,mediacerdas.co.id__  Kepala
BNPB – RI,  Letjend Doni Monardo beserta
rombongan kunjungi daerah Silokek, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat yaitu tepatnya
di lokasi Kejuaraan Arung Jeram Internasional , Rabu (6/11/2019.

Dilokasi yang disebut
daerah Pasir Putih ini Letjend Doni
Monardo beserta rombongan yang didampingi oleh Bupati Yuswir Arifin dan Wakil
Bupati Arrival Boy juga Forkopinda lainnya melakukan penanaman bibit pohon lansek dipinggiran Sungai Kuantan,
daerah Silokek, tersebut.

Selesai penanaman pohon langsung
Kepala BNPB ini didampingi Bupati Sijunjung, Wakapolda Sumbar dan Forkopinda
lainnya melakukan Jumpa Pers dengan wartawan.

Dalam jumpa pers ini
sedikit agak terungkap bahwa penyebab keruhnya aliran air di Sungai Kuantan ini
di duga penyebabnya adalah tambang emas atau tambang galian C  yang terdapat di beberapa aliran sungai baik
itu di Batang Palangki yang berhulu di Solok Selatan, ataupun Batang Ombilin
yang berhulu di Sawahlunto.

Di depan wartawan Doni Monardo
mengatakan bahwa ,” Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut dari hasil
koordinasi Bupati Yuswir Arifin yang telah memaparkan tentang Geopark Silokek,
Geo Festival dan juga Kejuaraan Arung Jeram Internasional yang akan
dilaksanakan di sepanjang aliran Sungai Kuantan daerah Silokek dihadapan saya
beberapa waktu lalu di Jakarta,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan,”
Dalam pertemuan di Jakarta tersebut, Bupati Sijunjung juga mengatakan, Geopark
Silokek ini sudah tercatat sebagai Geopark Nasional, kemudian kedepannya Geopark
Silokek ini dapat menembus menjadi Geopark Internasional, untuk itu salah satu
harapan bupati yaitu bagaimana ekosistem Geopark Silokek ini tetap terjaga dan terpelihara,”
terangnya lagi.

Doni Monardo katakan
lagi,” Bahwa salah satu faktor yang menimbulkan kerusakan ekosistem tersebut
adalah karena adanya satu tempat ditambang sepanjang sungai yang akhirnya
bermuara ke Batang Kuantan, oleh sebab itu pada saat ini kita menghadirkan
bapak Kapolda Sumbar yang dalam hal ini diwakilkan oleh Wakapolda Sumbar, jadi
dalam hal ini pemimpin – pemimpin kita semua ,mendukung agar kawasan Silokek ini
menjadi kunjungan wisatawan yang dapat membuat semua orang tenang, nyaman,
karena lingkungan terjaga,” paparnya.

“Kemudian yang kedua yaitu
bagaimana pemerintah daerah bersama komponen masyarakat yang ada seperti ninik mamak, alim ulama dan cadiek pandai
untuk melakukan berbagai langkah-langkah sosialisasi edukatif kepada masyarakat
agar siap menghadapi daerah Silokek menjadi salah satu tujuan wisatawan,”
himbaunya.

Menyinggung adanya dugaan tambang
disepanjang sungai penyebab air di aliran Batang Kuantan keruh atau berwarna
kuning, maka Wakapolda Sumatera Barat, Brigjend Pol.Damisnur, AM, di depan
Kepala BNPB, Doni Monardo, mengatakan,” Akan menindaklanjuti langsung, dan hari
ini juga saya mohon izin akan menuju Padang dan singgah di tempat tersebut yaitu
di Solok Selatan, kalau memang salah satu daerah yang membuat keruhnya aliran
sungai Batang Kuantan ini,”tegasnya, didepan kepala BNPB.

Dikatakan,” Nanti akan saya tindak lanjuti langsung, bagaimana izinnya, atau bagaimana perizinannya siapa dan kepada siapa harus beroperasi mengenai khususnnya informasi bahwa disana terjadi penambangan galian C, mengenai pasir atau batu kali yang ada di hulu sungai, supaya kalau ini sudah saya lihat langsung lokasinya tentu nanti ada reaksi baik dari kepolisian tentunya dukungan dari berbagai masyarakat , pemerintah daerah, sehingga nantinya menjadi daya dukung tersendiri, khususnya kegiatan arung jeram di Sumatera Barat ini,” tutup wakapolda, sembari minta izin kepada Kepala BNPB Doni Monardo. (aciak)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan