banner 728x90

Masyarakat : Meminta Kasus Tersebut Dihentikan , Kejari : Perkara Kasus Korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Nagari Buluh Kasok Tetap Lanjut

589 views

print

Sijunjung,mediacerdas.co.id__ Sehubungan  perkara kasus korupsi Dana Desa dan Alokasi
Dana Nagari, diduga dilakukan oleh oknum Walinagari Buluoh Kasok, Kecamatan
Lubuok Tarok, Sijunjung, Sumatra Barat yang sudah ditangani pihak Kejaksaan
Negeri setempat beberapa waktu lalu.

Maka banyak pihak
yang mempertanyakan perkara ini,” Sudah sampai dimanakah kasus ini
bergulir di Kejaksaan Negeri tersebut, ?,” ucap salah seorang warga Buluh
Kasok ini kepada mediacerdas.co.id,
Selasa (10/12).

Kemudian lebih jauh lagi, ia juga membeberkan apa yang sedang terjadi saat ini di Nagari Buluoh Kasok terkait dengan kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum walinagari setempat.

Dikatakan bahwa,”Sehubungan
dengan perkara yang menimpa walinagari JH yang sudah ditangani oleh pihak
Kejaksaan Negeri Sijunjung tersebut, maka ada beberapa orang warga di Nagari
Buluh Kasok mencoba meminta tolong agar perkara korupsi ini bisa dihentikan
penyidikannya oleh pihak Kejaksaan Negeri setempat, tetapi beberapa orang warga
ini bingung kepada siapa harus minta tolong, akhirnya beberapa orang warga
Buluh Kasok mendatangi Bupati Sijunjung untuk  minta tolong dan mohon arahan, alhasil apa
yang terjadi, sepulang dari Muaro Sijunjung tersebut, beberapa orang warga ini
mencoba mendatangi setiap warga masyarakat untuk  meminta dukungan kepada masyarakat dengan
cara meminta tanda tangan setiap warga, tanda tangan ini adalah untuk
melengkapi surat pernyataan supaya kasus ini dihentikan oleh pihak Kejaksaan,
dalam meminta tanda tangan ini, ada warga yang mau memberikan tanda tangan dan
ada juga yang menolak,” ungkap, salah seorang warga yang tidak mau
disebutkan namanya ini, katanya, demi keselamatan dirinya.

Berangkat dari apa yang telah diungkapkan oleh salah seorang warga tersebut, maka mediacerdas.co.id, Selasa (10/12/2019)  mencoba untuk mengkomfirmasinya kepada pihak Kejaksaan Negeri Sijunjung.

Kepala Kejaksaan
Negeri Sijunjung, Pri Wijeksono, melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri setempat
yaitu ,Dimas Aditya.SH, Selasa (10/12) mengatakan,” Dalam perkara kasus
korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Nagari Buluoh Kasok tersebut yang telah
ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Sijunjung, kita dari pihak Kejaksaan
tidak pernah menghentikan kasus tersebut, sampai saat ini perkara dugaan
korupsi yang dilakukan oleh oknum walinagari tersebut tetap berjalan prosesnya
atau masih berlanjut, dan sekarang ini masih ditahap penyidikan sesuai dengan Sprindik
yang dikeluarkan oleh Kajari Sijunjung No
:611/L.3.20/FD.1/09/2019,”tegasnya, Dimas Aditya.

Selanjutnya sambung
Dimas Aditya, “Terkait dengan masuknya sebuah surat dari warga masyarakat
Nagari Buluoh Kasok ke Kejaksaan Negeri Sijunjung, yang surat tersebut dibubuhi
tanda tangan warga setempat, surat tersebut intinya meminta agar perkara ini
dicabut atau dihentikan.

Maka terkait hal
ini, Dimas Aditya.SH, kembali menegaskan,” Bahwa untuk masyarakat ketahui  perkara ini tidak bisa dihentikan hanya karena
permintaan dari warga setempat melalui surat tersebut, begitu juga dengan telah
digantinya atau dikembalikannya uang korupsi oleh terduga, juga tidak bisa
memberhentikan perkara ini,” tegasnya lagi.

Di dalam Undang-Undang
RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana
telah diubah oleh Undang -Undang No 20 tahun 2001, pasal 4  UU Pemberantasan Tipikor tersebut berbunyi
bahwa,” Dalam hal pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal
2 dan Pasal 3 telah memenuhi unsur-unsur pasal dimaksud, maka pengembalian
kerugian negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan pidana terhadap
pelaku tindak pidana tersebut.

“Jadi masyarakat tidak usah ragu, kalau perkara ini akan berhenti nantinya, hanya karena alasan uangnya sudah dikembalikan oleh si terduga atau karena surat permohonan pemberhentian perkara ini yang diajukan oleh warga setempat,” ucapnya meyakinkan mediacerdas.co.id.

Dari penyidikan
yang dilakukan oleh pihak penyidik Kejaksaan Sijunjung, Dimas Aditya, juga
mengungkapkan bahwa dugaan korupsi yang dilakukan oleh walinagari berinisial JH
ini, dilakukan sendiri dengan cara memalsukan tanda tangan Camat Lubuok Tarok,
dan Bendahara Nagari, yang diwaktu menarik uang ini dari Bank, seakan-akan
tanda tangan dan prosesnya sudah dilalui dengan benar, padahal hal tersebut
hanya akal-akalan terduga untuk mencairkan Dana Desa dan Alokasi Dana Nagari Buluoh
Kasok tersebut,” terangnya lagi.

Kemudian perbuatan melawan
hukum ini dilakukan oleh terduga berulang kali, juga dilakukan sendiri dengan
cara yang sama, dan perbuatan ini sebelum sudah diselesaikan ditingkat
kecamatan dan kabupaten.

Walaupun perbuatan
melawan hukum sebelumnya sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan atau
persuasif, tetapi terduga ini tidak jera juga, sehingga perbuatan terjadi lagi
sekarang.

“Apalagi perbuatan
ini, dilakukan oleh terduga berulang-ulang kali, jadi proses ini tetap kita
lanjutkan,” tutup, Dimas Aditya.*    (aciak)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan