banner 728x90

DPRD Sijunjung Desak Bupati Yuswir Arifin Agar Menganti Zefnihan Dari Jabatan Sekda

362 views

print

Sijunjung, Media Cerdas,___, Ditengah-tengah pandemi covid-19 melanda Negeri ini, DPRD Sijunjung mendesak Bupati Yuswir Arifin, agar mencopot Sekdakab Zefnihan dari jabatannya.

Desakan pencopotan Sekda oleh DPRD ini, dituangkan dalam sebuah surat pernyataan sikap nomor :173/Pimp/ IV/DPRD/ 2020. tertanggal 30 April 2020, yang ditanda tangani oleh Ketua DPRD dan Wakil Ketua serta seluruh Pimpinan Fraksi di DPRD Sijunjung tersebut.

Sebelum penyampaian pernyataan sikap oleh ketua DPRD, Bambang Surya Irwan ini kepada wartawan dalam jumpa Persnya.

Pagi itu di gedung DPRD Sijunjung setempat dilaksanakan rapat internal fraksi bersama pimpinan, rapat tersebut dilaksanakan sampai siang harinya, kemudian setelah rapat internal fraksi dengan pimpinan ini usai, akhirnya sekitar pukul 14.00 Wib, Ketua DPRD inipun langsung mengundang mendadak seluruh wartawan baik itu wartawan media cetak maupun wartawan media online yang ada di kabupaten ini,”Agar bisa hadir di gedung DPRD sekitar pukul 15.00, wib, “undangnya.

Dikatakan, “Kami mengundang wartawan yang ada dikabupaten ini, untuk bisa hadir di gedung DPRD Sijunjung karena kami mau mengadakan Jumpa Pers, ada yang suprise yang mau kami sampaikan ke wartawan, ” ujar salah seorang anggota DPRD tersebut, saat menelpon Media Cerdas.

Sesampainya di gedung DPRD Sijunjung tersebut, para wartawan pun dipersilakan masuk diruangan Bamus lantai II Gedung DPRD setempat.

Kemudian didepan para wartawan akhirnya Pernyataan Sikap ini dibacakan langsung oleh Ketua DPRD, Bambang Surya Irwan, didampingi Wakil Ketua, Bakri dan Syofian Hendri, serta seluruh Pimpinan Fraksi.

Usai pembacaan Pernyataan Sikap tersebut oleh Ketua DPRD, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan para wartawan terkait hal tersebut.

Sebuah pernyataan sikap dari DPRD Sijunjung, yang membuat buncah Sijunjung, khususnya dilingkungan pemkab itu sendiri.

Banyak orang-orang dilingkungan pemkab Sijunjung ini bertanya, apa sebenarnya yang terjadi antara sekdakab dengan DPRD nya tersebut.

Sesuai dengan poin-poin yang tertulis dalam surat pernyataan sikap DPRD ini, sepertinya desakan untuk supaya Zefnihan dicopot dari jabatan Sekda tersebut dipicu oleh beberapa hal, yaitu yang intinya adalah tidak terjalinnya hubungan yang baik atau kurang harmonisnya antara Sekda dengan DPRD.

Hal ini terjadi semenjak Zefnihan menjabat jadi sekdakab di Sijunjung ini, baik itu selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Disampaikan juga bahwa, ” Beberapa kali Zefnihan diundang rapat ke DPRD, dan seringkali pula tidak ia hadiri,” kata salah seorang ketua Fraksi DPRD ini.

“Dan yang paling membuat jengkel atau kesal pihak DPRD ini terhadap sekdakab Zefnihan adalah, terkait anggaran penanganan covid-19, disini Zefnihan selaku ketua TAPD dituding tidak transparan kepada DPRD, tidak ada penjelasan yang jelas, terhadap anggaran covid-19 ini, malahan ketika Zefnihan diundang rapat di DPRD ia tidak datang, dengan tidak datangnya tersebut, ia telah dianggap melecehkan lembaga ini,” ujar H. Bakti. SH, menjawab pertanyaan wartawan.

Disini pihak DPRD Sijunjung, tidak saja mendesak supaya sekdakab Zefnihan diganti, tetapi juga sebelum Zefnihan diganti selaku sekdakab di Sijunjung ini, maka ia tidak diperbolehkan hadir rapat di Gedung DPRD tersebut.

Ada dua sisi disini, apakah saat ini pihak DPRD memang sudah mulai memperlihatkan taringnya kepada pihak pemkab Sijunjung sebagai yang berposisi di bagian dalam pengawasan ataukah pihak DPRD Sijunjung ini hanya ingin menunjukan “bargaining” politiknya terhadap pemerintah daerah.

Tidak mau disebutkan sebagai alat bargaining politik disini, Ketua DPRD pun menegaskan bahwa,” Untuk diketahui publik bahwa pernyataan sikap yang kita sampaikan ini betul-betul serius, istilahnya kalaupun diberi emas satu karung kita akan merubah tekad bulat kita dalam hal ini, untuk menunjukkan tanda keseriusan kita itu makanya kita undang wartawan kesini.

Agar supaya masyarakat Sijunjung ini secara luas tahu, dan disisi lain juga supaya masyarakat bisa mengawal keseriusan yang kita sampaikan ini, “tegas ketua DPRD Bambang Surya Irwan didepan para wartawan.

Kekesalan terhadap Sekdakab Zefnihan juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD, H. Bakti. SH, dalam forum Jumpa Pers ini,” Kalau dari awal caranya tidak baik maka hasilnya pun tidak akan baik, kita tahu bahwa sekda Zefnihan ini adalah titipan seseorang, kalau bukan barang titipan belum tentu ia bisa jadi sekda di Sijunjung ini, sebab masih banyak putra Sijunjung ini yang layak untuk menjadi sekda,” ujarnya dengan nada kesal.

Kemudian Aprisal PB, juga menyampaikan, bahwa,” Hal ini adalah puncaknya kemarahan kita di DPRD ini, kepada Zefnihan selaku Sekda, karena selama ini kita masih menjaga etika dan berprasangka baik, tetapi sepertinya hal tersebut tidak membuat ia baik, malahan sebaliknya seperti yang disampaikan diatas tadi, ia lebih tidak lagi menghargai lembaga ini, “tegasnya.

Dari anggota DPRD yang hadir dalam Jumpa Pers ini, hampir semua dari mereka berbicara senada intinya mengatakan,” Zefnihan memang harus diganti menjadi sekdakab di kabupaten Sijunjung ini, dan tidak boleh hadir di gedung DPRD tersebut sebelum diganti dari jabatannya sebagai Sekda,”ujar mereka. (Aciak)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan