banner 728x90

Partai PKB Sijunjung Buncah

89 views

print

Sijunjung,Media Cerdas,__ Tiba-tiba saja partai PKB Sijunjung “buncah” pasalnya dikabarkan 5 (lima) orang pengurus DPC partai PKB kabupaten Sijunjung, provinsi Sumatera Bara,telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai tersebut.

Kelima orang pengurus DPC PKB Sijunjung tersebut adalah 2 (dua) orang wakil ketua yaitu, Bejo Utomo,M.Si, dan Arwil, kemudian wakil sekretaris yaitu Hariyal, dan Bendahara Tuti Marnis serta wakil bendahara Ita Liasni.

Mengapa hal ini terjadi…?, ketika dikomfirmasi kepada Ketua DPC PKB (Dewan Tanfidz) kabupaten Sijunjung, Nofriadi Zulka.SH, Rabu (24/6/2020) mengatakan,” Awalnya kita tidak tahu dengan hal ini, tetapi setelah kita tanya di bagian sekretariat kantor PKB Sijunjung, memang benar adanya surat tembusan (poto copy) pengunduran 5 (lima) orang Pengurus Dewan Tanfidz masuk kemaren Selasa (23/6/2020),” terangnya.

kemudian Ketua DPC PKB Sijunjung, Nofriadi Zulka, menyampaikan kekecewaan terhadap beberapa orang pengurus yang mengundurkan diri tersebut, “Pasalnya karena telah membuat surat pengunduran diri mereka dari pengurus dengan tujuan surat langsung ke DPP PKB pusat, kenapa tidak ditujukan ke DPC kabupaten Sijunjung, sementara kita hanya mendapat tembusannya saja,” ujarnya meyampaikan kekecewaannya ke mediacerdas.co.id.

Dikatakan,” Kalau dalam organisasi itu, semua ada etikanya, dan lagian seandainya ada persoalan kan bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama, artinya setiap persoalan itu bisa dimusyawarakan, bukan main langsung-langsung saja, kenapa tidak secara berjenjang disampaikan, kemudian baru sampai ke DPP Pusat, ” ujarnya Nofriadi Zulka.

“Tetapi kita sudah siap, seandainya kita dipanggil untuk klarifikasi oleh DPP PKB , karena kita punya catatan tersendiri terhadap lima orang yang mengundurkan diri tersebut,”imbuhnya.

Secara legalitasnya kelima orang ini tergabung dalam sebuah Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai PKB kabupaten Sijunjung periode tahun 2017-2022 dengan nomor SK 26402/DPP-03/VI/A.1/V/2018. dengan ketua DPC (dewan tanfidz) Nofriadi Zulka.SH dan ketua dewan syura K.H.Abu Sujak.

Tetapi ke 5 (lima) orang ini menyampaikan surat pengunduran diri sebagai pengurus DPC PKB kabupaten Sijunjung, yang ditujukan kepada ketua umum DPP PKB di Jakarta, surat dibubuhi materai Rp.6000 tertanggal 19 Juni 2020.

Disampaikan ada beberapa poin alasan dalam pengunduran diri tersebut, tetapi yang intinya adanya ketidak percayaan dari orang-orang tersebut kepada Nofriadi Zulka SH, dalam memimpin partai PKB dikabupaten Sijunjung ini.

Pengunduran diri dari pengurus DPC kabupaten Sijunjung 5 (lima) orang kader PKB ini, sepertinya memang tidak main-main dan sangat serius, disamping surat ini ditujukan kepada Ketua Umum DPP PKB pusat, surat pengunduran diri ini tembusannya juga disampaikan kepada DPW PKB Sumatera Barat, kemudian Kesbang-Pol, KPUD dan Bawaslu.

Disisi lain, partai tersebut dikabupaten Sijunjung saat ini “bak digoncang badai” kenapa..? Sebab kalau dilihat sejarah partai yang dibawah naungan H.A.Muahaimin Iskandar ini di daerah Sijunjung yang sebelum kadernya tidak ada mendapatkan kursi di Parlemen (DPRD Sijunjung) sekarang diperiode 2019-2024 ada 3 (tiga) orang kadernya akhirnya berhasil mendapatkan kursi di DPRD setempat, sungguh prestasi yang luar biasa untuk Partai Kebangkitan Bangsa di daerah ini.

sepertinya guncangan badai ini sudah mulai terlihat sebelum Pemilihan Legislatif, tahun lalu, kemudian terjadinya sengketa pemilu ditubuh partai PKB sendiri terkait perolehan suara Bejo Utomo dan Emelda Wiguna.

Tidak itu saja setelah persoalan Bejo Utomo dan Emelda Wiguna selesai di Bawaslu setempat, kemudian di legislatif muncul persoalan dugaan asusila yang dilakukan oleh kader partai ini atas nama Almasta Boy.

Yang kemudian persoalan Almasta Boy ini, berujung dengan SP 1 dan pemecatannya dari Ketua Farksi di DPRD setempat, tetapi masih tetap menjadi anggota DPRD Sijunjung.

Sekarang partai islam ini kembali diguncang badai lagi, dengan mengundurkan dirinya 5 orang pengurus DPCnya.

Bejo Utomo salah seorang pengurus berposisi sebagai wakil ketua yang menyatakan mundur dari kepengurusan yang dipimpin oleh Nofriadi Zulka,SH ini, saat dikomfirmasi Media Cerdas, Rabu (24/6/2020) menyampaikan bahwa,” Apa yang telah kita lakukan dan apa yang kita sampaikan ini adalah sesuai versi kita dan terkait teman-teman kita yang lain mungkin pemikirannya juga sama dengan kita,” ujarnya.

“Tetapi yang jelas kenapa kita mengundurkan diri alasannya adalah kita melihat Nofriadi Zulka sudah mulai tidak transparan lagi, artinya sudah mulai tidak searah lagi dengan kita,” jelasnya.

“Hanya dipengurusan kita mengundurkan diri tetapi sebagai kader partai kita tetap dan tidak keluar,”imbuhnya lagi.

Dikatakan,” Saya sebenarnya sering terzholimi, dan sering juga tidak dilibatkan serta tidak diikutsertakan dalam bermusyawarah maupun dalam mengambil keputusan selaku wakil ketua di DPC PKB Sijunjung ini, “tutupnya. (aciak)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan