banner 728x90

TPS Yang Tak Terjangkau Jaringan Internet di Dharmasraya Menjadi Perhatian Serius Bawaslu Setempat

13 views

print

Dharmasraya- Puluhan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Dharmasraya, mendapat perhatian khusus dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.

Pasalnya, TPS yang ada disejumlah nagari itu, dianggap mengalami gangguan jaringan internet dan listrik.

“Menurut pemetaan yang telah kami lakukan, ada beberapa TPS dibeberapa kecamatan, tidak memiliki jaringan internet, baik 2G, 3G maupun 4G,” kata Divisi Pengawasan Humas dan Hubal, Laila Husni, Kamis 12/11.

Ia merinci, setidaknya ada 37 TPS di tujuh kecamatan yang tidak memiliki jaringan internet. Sehingga, lanjutnya, kondisi ini nantinya akan mengganggu proses input data serta pengiriman data secara online.

“Kalau tidak ada jaringan internet, tentunya akan menggangu perhitungan cepat nantinya,” jelas Laila.

Dirinya menjelaskan, di Kecamatan Tiumang ada dua TPS yang ada di Nagari Sipangkur. 10 TPS dikecamatan Timpeh, Nagari Taratak Tinggi 7 TPS, Nagari Panyubarangan 1 TPS, Nagari Ranah Palabi 2 TPS. Kecamatan Pulau Punjung ada 3 TPS, ada di Nagari Gunuang Silasiah 1 TPS, Nagari Sungai Dareh 1TPS serta Nagari Sikabau 1 TPS.

Sementara, dikecamatan IX Koto ada sebanyak 13 TPS. Ada di Nagari Silago 1 TPS, Nagari Lubuak Karak 2 TPS, Nagari Ampek Koto Dibawuah 2 TPS serta Nagari Banai 8 TPS. Sedangkan untuk Koto Besar ada 1 TPS. Yakni ada di Nagari Bonjol. Sedangkan untuk kecamatan Asam Jujuhan ada 6 TPS. Ada di Nagari Alahan Nan Tigo 1 TPS dan Lubuak Besar 5 TPS.

“Bagi kami 37 TPS ini jadi perhatian serius bagi kami dari Bawaslu dan kita anggap TPS rawan,” ungkapnya.

Selain adanya TPS yang tidak memiliki jaringan internet, pihaknya juga telah memetakan sejumlah TPS nan tidak memiliki jaringan listrik. Yakni, 1 TPS dikecamatan Timpeh, tempatnya di Kampuang Jao dan 2 TPS ada di Kecamatan Asam Jujuhan.

“Ini juga kami anggap rawan, karena dalam penghitungan suara ini nantinya sangat menggunakan listrik, sedangkan disana masyarakat menggunakan diesel,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kondisi jni menjadi perhatian bersama terlebih KPU selaku penyelenggara pemilihan. Agar, proses pemilihan dan penghitungan suara dapat berjalan lancar.

Terpisah, ketua Komisi Pemilihan umum (KPUD) Dharmasraya, tidak membantah adanya sejumlah TPS yang tidak ada jaringan internet, dalam pemetaan Bawaslu.

“Ketidak adaan jaringan ini, tidak akan menggangu proses pengiriman data hasil penghitungan. Karena setelah di foto data itu, petugasnya akan langsung mencari jaringan maka dengan sendirinya akan terkirim,” kata Maradis, via telfon.

Sedangkan sejumlah TPS yang tidak memiliki aliran listrik, dirinya menggemukan bahwa proses penghitungan suara pemilihan bupati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur tidak akan sampai malam.

“Paling untuk penghitungan suara ini nanti, dua sampai tiga jam, selesai,” tutupnya.(yy)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan