banner 728x90

Sebanyak 309 Orang Terjaring Razia Tidak Pakai Masker Selama Dua Minggu Terakhir di Dharmasraya

23 views

print

Dharmasraya, Media Cerdas,__Sedikitnya, 309 orang pelaku pelanggaran yang tidak memakai masker terjaring razia gabungan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) bersama TNI, Polri yang digelar sejak Senen ( 2/11/2020) hingga hari ini, Senen (16/11/2020)

Dimana, satu dari 309 itu, merupakan pegusaha tepung. Penertiban itu dilakukan dalam rangka penerapan Perda Nomor 06 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang belum lama ini disahkan.

“Data itu, setelah kita melakukan lima kali pegakan Peraturan daerah (Perda) Nomor 06 tahun 2020 di beberapa titik,” kata Kepala Bidang (Kabid) Trantibum dan Damkar Dharmasraya, Yunisman, Senen (16/11/2020) kepada Media ini.

Menurutnya,” Perlu sosialisasasi yang exstra dan inten dari segala lini tentang AKB serta protokol kesehatan dan perlunya penerapan Memakai masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak (3M) pada masyarakat, kemudian kita lihat masih banyak masyarakat yang acuh dengan 3M dan Adab Kebiasaan Baru (AKB) ini,” jelasnya.

Dikatakan lagi,” Dalam penerapan Perda tersebut, pihaknya bersama TNI Polri menyasar seluruh lini. Bukan saja kedai- kedai atau warung, namun juga para pengguna jalan, artinya juga diberlakukan aturan ini bagi pengendara motor, mobil. Sepanjang melanggar aturan berlaku bagi siapa saja,” tegasnya.

Dari penertiban sebagai bentuk penerapan AKB, ada dua kecamatan di 11 kecamatan yang ada, menduduki angka tertinggi tingkat pelanggaran masyarakat dan para pengendara yang tidak memakai masker.

“Ada dua kecamatan dalam catatan kita, selama pemeriksaan wajib menggunakan masker ini. Yakni, Kecamatan Koto Baru dan Kecamatan Pulau Punjung,” jelasnya.

Meski pihaknya telah menjaring sebanyak 308 orang dan satu pelaku usaha yang melanggar AKB, namun pihaknya masih memberlakukan sanksi sosial. Seperti, Goro serta pus Up.

“Bagi ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah berusia lanjut, kita kenakan sangsi Goro, tapi bagi anak sekolah kita berlakukan sangsi Pus Up,” katanya

Dari 308 orang yang terjaring tidak menggunakan masker itu, lanjutnya, alasan mereka hanya ada dua. Yakni, lupa dan males Makai masker karena sesak nafas saat pakai masker.

“Apapun alasannya, kita tetap tindak sesuai Perda yang ada, dan hal ini akan kita digelar hingga Desember 2020.” tegasnya.(y)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan