banner 728x90

Bawaslu Dharmasraya adakan sosialisasi terhadap kaum millenial

36 views

print

Dharmasraya, Media Cerdas,__ Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Barat mengemukakan telah membubarkan 90 kampanye pemilihan kepala daerah serentak 2020 karena melanggar protokol kesehatan serta tidak memiliki izin atau surat pemberitahuan selama masa kampanye di daerah itu.

“Pembubaran dilakukan baik kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mampu bupati dan wakil bupati wali kota dan wakil wali kota,” kata ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitritmen, saat membuka secara resmi, sosialisasasi tahapan pilkada bagi kaum melenial oleh Bawaslu Dharmasraya, di Auditorium kantor bupati setempat, Minggu 22/11.

Dirinya menjelaskan, bahwa sampai saat ini ada total 160 penindakan pelanggaran protokol kesehatan sejak kampanye yang dimulai 26 September 2020. 70 kali diantaranya diberikan teguran secara tertulis.

Menurut dia penindakan yang dilakukan Bawaslu sumbar dan jajaran kabupaten/kota adalah bentuk komitmen agar tahapan Pilkada di tengah pandemi menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Pilkada di tengah bencana non alam merupakan hal baru bagi kita, untuk itu kami mengimbau kepada kontestan pilkada untuk terus menerapkan protokol kesehatan sampai masa akhir kampanye,” ujarnya.

Kemudian ia berpesan kepada seluruh peserta sosialisasi dan masyarakat untuk berperan dalam pengawasan dengan aktif melaporkan adanya penyimpangan selama tahap pilkada berlangsung.

“Kaum milinial yang hadir hari ini kami harapankan berperan dalam membantu penyelenggara dalam pengawasan,” tambah dia.

Sementara, Ketua Bawaslu Dharmasraya Syansuruzal mengatakan kegiatan sosialisasi merupakan agenda penting yang harus dilaksanakan agar masyarakat khususnya Kaum Milineal memiliki peran dalam pengawasan Pilkada serentak.

Ia berharap peserta sosialisasi dapat mengikuti kegiatan dengan baik sehingga dapat membantu penyelenggara dalam mewujudkan Pilkada jujur, adil, dan berintegritas.

Divisi Pengawasan Humas dan Hubal Bawaslu Dharmasraya, Laila Husni, mengajak mahasiswa dan siswa serta seluruh organisasi untuk berperan aktif mengawasi proses Pilkada 2020.

Kata Laila, Generasi Milenial merupakan agen of change dan social control untuk masyarakat serta pemerintahan khususnya di Kabupaten Dharmasraya.

“Nantinya bisa melaporkan jika terjadi pelanggaran dalam Pilkada,” ucapnya saat menjadi narasumber dalam sosialisasasi pengawasan bagi kaum Melenial.

Bawaslu akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk terkait dengan pelanggaran Pilkada. Kemudian lanjutnya, dilakukan kajian mendalam dengan setiap laporan tersebut harus diperkuat dengan bukti dan fakta. Setelah dilakukan kajian secara mendalam, maka Bawaslu memutuskan perkara pelanggaran Pilkada tersebut sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

“Apapun laporan yang masuk, dari siapa saja, sepanjang ada dugaan pelanggaran Pilkada, akan kami proses,” tegas Laila Husni.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri berbagai organisasi ke masyarakat, seperti perwakilan milenial Pemumda Muhammadiyah, HMI, PWI, IMM, Komunitas, lainnya.(y)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan