banner 728x90

Ketua Bawaslu Dharmasraya : Paslon Main Politik Uang Secara TSM Sanksinya Diskualifikasi

25 views

print

Dharmasraya, Media Cerdas,__ Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Dharmasraya, kembali ingatkan peserta pemilu agar tidak melakukan politik uang dalam proses pemilihan kepala daerah 2020. Pasalnya, bawaslu tidak akan segan segan untuk memproses setiap peserta yang terbukti melanggar.

Ketua Bawaslu Syamsurizal menegaskan. Bawaslu akan menindak tegas bila ada peserta pemilu yang melakukan cara kotor menggunakan politik uang dalam pelaksanaan Pilkada di Bumi Ranah Cati Nan Tigo.

“Paslon yang terbukti melakukan politik uang secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) bisa terkena sanksi diskualifikasi,” tegasnya, Rabu 25/11

Ia menjelaskan, kecurangan Pilkada bisa disebut terstruktur jika dilakukan oleh aparat struktural, baik aparat pemerintah maupun penyelenggara Pilkada secara kolektif atau secara bersama-sama.

Sistematis berarti pelanggaran direncanakan secara matang, tersusun, bahkan sangat rapi. Sedangkan masif adalah dampak pelanggaran yang sangat luas terhadap hasil Pilkada.

“Pelanggaran money politik TSM bisa saja dilakukan oleh orang lain seperti simpatisan atau tim kampanye manakala terbukti dilakukan atas perintah dan aliran dananya dari paslon maka dapat dikategorikan sebagai pelanggaran,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat serta seluruh penyelenggara juga harus menjunjung tinggi netralitas sebagai bentuk pilkada damai dan badunsanak jauh dari politik uang yang akan menimbulkan konflik politik.

Untuk diketahui, Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, yang akan digelar pada tanggal 09 Desember 2020 nanti.(y)

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan